Showing posts with label filsafat. Show all posts
Showing posts with label filsafat. Show all posts

Thursday, February 7, 2013

Pemikiran René Descartes #1

Oleh. Gading Ekapuja Aurizki

#1

Descartes meyakini bahwa daya nalar atau logika bukanlah segalanya. Ia hanyalah alat untuk memahami realitas hidup. Hal itu ditunjukkan dalam tulisannya, "memiliki daya nalar yang baik tidaklah cukup, yang lebih penting adalah menggunakannya dengan baik." Bisa dikatakan bahwa yang lebih penting adalah tujuan manusia berpikir. Berpikir untuk suatu tujuan, bukan berpikir untuk memuaskan nafsu berpikir itu sendiri. Pola-pola seperti ini jamak kita temui. Manusia melakukan sesuatu hanya karena ingin melakukan sesuatu tersebut tanpa tujuan yang jelas. Berdebat hanya untuk mencari kepuasan menang debat, berperang karena gatal ingin membunuh orang, atau contoh-contoh lainnya. Bukan berarti yang demikian salah, hanya saja sesuatu yang ada tujuannya akan lebih kokoh dan memiliki nilai manfaat.

Kemudian Descartes berpendapat bahwa nalar bukanlah faktor utama manusia memperoleh kebenaran. Ia menulis, "orang-orang yang langkahnya lamban sekali pun (memiliki nalar rendah -pen) asalkan mengikuti jalan yang benar, dapat mencapai jarak yang lebih jauh daripada orang-orang yang berlari namun menyimpang dari jalan yang benar." Ini menunjukkan bahwa benar tidaknya jalan hidup seseorang tidak ditentukan dari kekuatan nalarnya. Nalar merupakan sesuatu yang netral. Justru yang menentukan adalah orang yang memiliki nalar tersebut. Dalam istilah populernya man behind the gun.

Referensi:
Descartes, René. 2012. Diskursus dan Metode (terj.). Yogyakarta: IRCiSoD

*InsyaAllah untuk pemikiran2 lainnya menyusul. Saya berencana membuatnya berseri, biar tidak terlalu berat. Hehehe.. Selamat membaca!

Friday, February 1, 2013

Fenomena Bensin Eceran

Sebagai pengendara sepeda motor, kita terkadang lupa mengisi bensin ketika sedang perjalanan. Saat itulah kehadiran kios bensin eceran sangat membantu. Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kehadiran kios bensin eceran cukup bermanfaat, terutama bagi orang2 yang sering kehabisan bensin di jalan atau malas pergi ke pom. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kios bensin eceran bisa muncul? Mana yang lebih dahulu muncul, pengendara yang membutuhkan bensin eceran ataukah kios bensin eceran yang memicu pengendara untuk membelinya? Jika kios bensin eceran tidak ada, apakah perilaku pengendara yang sering lalai untuk mengisi bensinnya bisa berubah? Berubah menjadi lebih peduli untuk senantiasa mengecek bensin dan tidak menunda mengisi ketika indikator menunjuk batas kritis. Pasalnya, kita sering meremehkan, tidak mengisi bensin sebelum indikator benar-benar berada di batas paling bawah. Memang bahasan ini cukup remeh, tapi bisa menjadi intermezzo di pagi Jum'at yang penuh semangat ini. Sekian.

Diskusi tentang topik ini bisa dibaca di sini