Showing posts with label ukhuwah. Show all posts
Showing posts with label ukhuwah. Show all posts

Monday, April 29, 2013

Safar ke Bojonegoro

Ahad kemarin, saya bersyukur diberi kesempatan untuk mengunjungi Bumi Allah yang bernama Kabupaten Bojonegoro. Bersama 7 orang lainnya, yakni Akh Bambang, Ahmad, Gris, FaHmi, Febryan, Izharuddin, dan Faqih, tujuan utama kami adalah menghadiri walimahan Mas Yudha. Berangkat sekitar pukul 7.30, kami berangkat mengendarai mobil sewaan dari Mas Sodikin. Petualangan kami pun dimulai, diiringi lantunan do'a safar yang saya ucapkan, "Allahumma safari walkhalifatu filahli."

Sepanjang perjalanan kami seringkali bercanda dan mengobrol tentang sesuatu hal. Mulai dari yang tidak penting, kurang penting, sampai yang sangat penting. Interaksi inilah yang membuat kami saling mengenal satu sama lain. Seperti yang dikatakan oleh Umar bin Khattab ra., "Seseorang belum dikatakan mengenal saudaranya apabila ia belum melakukan satu di antara tiga hal berikut:bepergian bersamanya (safar), menginap di rumahnya, atau melakukan muamalah (transaksi hutang-piutang) dengannya." Ya, kami merasa perjalanan ini membuat kami lebih dekat satu sama lain.

Sesampainya di Bojonegoro, kami langsung menuju tempat walimahan di rumah Mas Yudha, di Dsn. Jepar, Ds. Dander, Kec. Dander, Kab. Bojonegoro. Di sana kami bertemu dengan beberapa orang yang kami kenal, seperti senior-senior aktivis yang sudah lulus dan kawan-kawan Airlangga Bojonegoro Community (ABC). Setelah dari Mas Yudha kami tidak langsung pulang. Sayang jika kesempatan bepergian ke Bojonegoro ini disia-siakan. Kami pun mengunjungi beberapa tempat seperti Masjid Agung Bojonegoro, silaturahim ke rumah akh Robby, ke Khayangan Api atau sumber api abadi, ke rumah akh Ony, lalu tak ketinggalan ke rumah akh Bambang.

Dari safar ke Bojonegoro ini banyak pelajaran yang bisa kami ambil. Yang pertama adalah soal ukhuwah. Selain saling mengeratkan ukhuwah satu rombongan perjalanan, kami juga menjalin silaturahim ke banyak orang. Kedua, menerapkan perintah Allah untuk "Fantasyiruu fil'ardh" atau bertebaran di muka bumi seperti yang dipesankan oleh Bang Bachtiar di TPD kemarin. Semoga safar ini menjadi langkah awal untuk mengunjungi bumi Allah yang lain. Dengan safar ini kami jadi tahu betapa Maha Besarnya Allah dilihat dari ciptaan-ciptaan-Nya. Dan ketiga, jika pergi ke kota lain tak ketinggalan wisata kulinernya. Banyak silaturahim banyak rezeki, sampai jatah makan kami menjadi berkali-kali. Hehehe..

Itu tadi kisah perjalanan kami. Memang ini belum seberapa dibandingkan pengalaman kawan-kawan lain yang pasti lebih luar biasa. Ini baru halaman pertama, InsyaAllah akan ada lembaran-lembaran lain yang akan kita buka bersama. Hari Senin pun tiba, saatnya kita beraktivitas kembali. I Like Monday!

#SaatnyaDapat4
— with Bintang Gumilang and 5 others in Bojonegoro, Jawa Timur.

Friday, March 29, 2013

Ujian Ukhuwah

Seorang akhi pernah mengundang chat saya. Dia cerita beberapa hal, saya berikan feed back seperlunya. Ditengah chat, tiba2 akhi ini keberatan dg pendapat2 saya. Beliau mengatakan, "tolong pakai perasaan antum akhi." Saya pun kaget. Saya merasa tidak mengatakan hal yg salah. Saya koreksi kembali pembicaraan2 saya. 100% saya yakin tidak ada satu ucapan pun yg menurut saya salah. Chatting pun memanas. Akhi ini bersikukuh kalau pendapat saya telah melukai perasaannya. Tapi sampai chatting berakhir pun saya juga tidak tahu salah saya apa.

Peristiwa itu terulang kembali. Hanya saja, posisi saya berganti menjadi berada di posisi akhi tadi. Saya merasa seorang saudari telah menyinggung perasaan saya. Tapi mungkin dia tidak tahu kalau apa yg dia katakan/bicarakan sangat menyinggung saya.

Saya pun mencoba merenungkan dari dua posisi yg pernah saya alami itu. Kesimpulannya, tidak mudah memahami orang lain. Semakin jauh hubungan kita dg seseorang, memang semakin banyak kita ketahui kebaikan dan keunggulan yang ia punya. Tetapi disamping itu, semakin banyak pula keburukan dan kelemahannya yang kita ketahui. Inilah ujian ukhuwah. Apakah kita dapat mempertahankannya, atau demi sedikit prahara itu kita mengorbankan hubungan yg sudah terbangun sejak lama.

Selamat Malam!

#SaatnyaDapat4
Diskusi dapat dilihat di sini.

Sunday, November 11, 2012

Persepsi dan Asumsi

Mengira sudah berpersepsi sama, tetapi setelah didiskusikan ternyata berbeda. Namun berkat kedewasaan masing2, akhirnya bisa saling mengerti dan memahami. Orientasinya pun kembali ke solusi. Tidak lagi mencari mana yg benar dan salah. Meskipun langkah ini tak sempurna, kita masih bisa berharap satu: adanya PEMBELAJARAN. Bahwa yg namanya persatuan dan kesatuan itu harus diusahakan, tidak secara otomatis ada meskipun selama ini kita bersama. Dan tidak boleh hanya menjadi asumsi bahwa kita sudah senada, tetapi harus dibuktikan dengan kerja-kerja nyata. Terima kasih untuk kalian.