Showing posts with label psikologi. Show all posts
Showing posts with label psikologi. Show all posts

Friday, March 29, 2013

Ujian Ukhuwah

Seorang akhi pernah mengundang chat saya. Dia cerita beberapa hal, saya berikan feed back seperlunya. Ditengah chat, tiba2 akhi ini keberatan dg pendapat2 saya. Beliau mengatakan, "tolong pakai perasaan antum akhi." Saya pun kaget. Saya merasa tidak mengatakan hal yg salah. Saya koreksi kembali pembicaraan2 saya. 100% saya yakin tidak ada satu ucapan pun yg menurut saya salah. Chatting pun memanas. Akhi ini bersikukuh kalau pendapat saya telah melukai perasaannya. Tapi sampai chatting berakhir pun saya juga tidak tahu salah saya apa.

Peristiwa itu terulang kembali. Hanya saja, posisi saya berganti menjadi berada di posisi akhi tadi. Saya merasa seorang saudari telah menyinggung perasaan saya. Tapi mungkin dia tidak tahu kalau apa yg dia katakan/bicarakan sangat menyinggung saya.

Saya pun mencoba merenungkan dari dua posisi yg pernah saya alami itu. Kesimpulannya, tidak mudah memahami orang lain. Semakin jauh hubungan kita dg seseorang, memang semakin banyak kita ketahui kebaikan dan keunggulan yang ia punya. Tetapi disamping itu, semakin banyak pula keburukan dan kelemahannya yang kita ketahui. Inilah ujian ukhuwah. Apakah kita dapat mempertahankannya, atau demi sedikit prahara itu kita mengorbankan hubungan yg sudah terbangun sejak lama.

Selamat Malam!

#SaatnyaDapat4
Diskusi dapat dilihat di sini.

Wednesday, March 6, 2013

Manusia Memang Aneh

Manusia memang aneh. Mereka rela mempertaruhkan nyawa untuk mengambil peluang yang kecil, tetapi ketika diberi peluang yang sangat besar mereka sia-siakan.

Contoh yang paling gampang adalah saat berada di jalan raya. Coba lihat, berapa banyak pengendara yang mendahului lampu merah meskipun lampu hijau tinggal berapa detik lagi. Seolah sedetik menjadi sangat berharga bagi mereka. Namun coba lihat ketika sudah sampai rumah atau tempat tujuan, apa yang mereka lakukan? Menganggur sejam dua jam pun tak terasa.

Apakah perilaku manusia memang berubah ketika berada di beberapa kondisi yang berbeda?

Selamat Sore!




Diskusi bisa dilihat di sini.

Friday, February 1, 2013

Fenomena Bensin Eceran

Sebagai pengendara sepeda motor, kita terkadang lupa mengisi bensin ketika sedang perjalanan. Saat itulah kehadiran kios bensin eceran sangat membantu. Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kehadiran kios bensin eceran cukup bermanfaat, terutama bagi orang2 yang sering kehabisan bensin di jalan atau malas pergi ke pom. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kios bensin eceran bisa muncul? Mana yang lebih dahulu muncul, pengendara yang membutuhkan bensin eceran ataukah kios bensin eceran yang memicu pengendara untuk membelinya? Jika kios bensin eceran tidak ada, apakah perilaku pengendara yang sering lalai untuk mengisi bensinnya bisa berubah? Berubah menjadi lebih peduli untuk senantiasa mengecek bensin dan tidak menunda mengisi ketika indikator menunjuk batas kritis. Pasalnya, kita sering meremehkan, tidak mengisi bensin sebelum indikator benar-benar berada di batas paling bawah. Memang bahasan ini cukup remeh, tapi bisa menjadi intermezzo di pagi Jum'at yang penuh semangat ini. Sekian.

Diskusi tentang topik ini bisa dibaca di sini