Ringkasan oleh Gading Ekapuja Aurizki
Skill
jurnalistik memiliki banyak kegunaan. Namun tidak hanya jurnalistik secara khusus,
“menulis secara umum adalah kemampuan yang harus diasah.” Kata Pak Sapto
Waluyo. Selain untuk menuangkan pemikiran agar dibaca orang lain, menulis akan
sangat berguna bagi seorang mahasiswa.
Skill
menulis merupakan hasil latihan, tidak sekedar bakat. Ia bisa dilakukan oleh
siapa saja. Mahir atau tidak tergantung intensitas menulisnya. Yang sering berlatih,
bakatnya akan terasah sehingga dapat melahirkan tulisan yang dapat “menggerakkan”
orang lain. Yang jarang berlatih, meskipun berbakat, tentu tidak akan sampai
bisa dikatakan mahir. Sering tidaknya latihan inilah yang menjadi faktor
pertama sebuah tulisan layak dibaca atau tidak.
Sebuah
tulisan bisa jadi merupakan sesuatu yang amat sangat simpel. Dari padanan kata
yang menjadi kalimat. Dari untaian kalimat menjadi paragraf. Dari kumpulan paragraf
menjadi satu kesatuan yang memiliki makna atau pesan tertentu.
Seringkali
pesan dalam sebuah tulisan dapat mempengaruhi kondisi seseorang, bahkan bisa berpengaruh
pada suatu kebijakan. Kita bisa melihat tulisan Sayyid Quthb yang berjudul Ma’alim Fii ath-Thariq bisa menggerakkan
penduduk Mesir untuk berdemonstrasi memprotes kepemimpinan Gamal Abdul Nasser. Atau
buku-buku pemikiran Karl Marx yang mempengaruhi kaum sosialis dan komunis.
Sebuah
tulisan merupakan sekumpulan informasi. Untuk membuatnya dibutuhkan informasi
pula. Di era informatika seperti sekarang, tidak ada alasan bagi seorang
penulis untuk kekurangan informasi. Yang ada kebanjiran informasi sehingga
sulit memilih dan memilah mana yang harus digunakan dalam sebuah tulisan.
Dalam
jurnalistik, penulisan berita –terutama hardnews-
memerlukan tulisan yang singkat dan padat. Hal itu dikarenakan hardnews merupakan berita yang aktual
dan butuh cepat diberitakan. Untuk membuatnya seorang penulis harus selektif
dalam memasukkan sebuah informasi.
Berbeda
dengan softnews. Softnews yang
ditulis untuk mengungkap sesuatu di balik fakta harus dibuat bernarasi. Dengan begitu
yang terpenting dalam pembuatan softnews adalah kedalaman berita yang ditulis.
Untuk
opini dibutuhkan lebih dari sekedar fakta. Opini berbeda dengan berita atau news. Karena sebuah opini membutuhkan pendapat
pribadi penulis disertai argumennya, sedangkan dalam menulis berita penulis
dilarang mengungkapkan pendapat pribadinya.
Dengan
mengetahui jenis-jenis tulisan dalam jurnalistik diharapkan kita dapat
mengaplikasikan ilmu penulisan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan menulis
kita dapat mengungkap sebuah fakta, atau menuangkan pemikiran pribadi agar
dapat dibaca oleh orang lain. Yang terpenting, itu semua demi terbentuknya
Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. []gea
No comments:
Post a Comment