Saturday, August 25, 2012

Jurnalistik dan Kepenulisan

Materi oleh Sapto Waluyo
Ringkasan oleh Gading Ekapuja Aurizki

Skill jurnalistik memiliki banyak kegunaan. Namun tidak hanya jurnalistik secara khusus, “menulis secara umum adalah kemampuan yang harus diasah.” Kata Pak Sapto Waluyo. Selain untuk menuangkan pemikiran agar dibaca orang lain, menulis akan sangat berguna bagi seorang mahasiswa.

Skill menulis merupakan hasil latihan, tidak sekedar bakat. Ia bisa dilakukan oleh siapa saja. Mahir atau tidak tergantung intensitas menulisnya. Yang sering berlatih, bakatnya akan terasah sehingga dapat melahirkan tulisan yang dapat “menggerakkan” orang lain. Yang jarang berlatih, meskipun berbakat, tentu tidak akan sampai bisa dikatakan mahir. Sering tidaknya latihan inilah yang menjadi faktor pertama sebuah tulisan layak dibaca atau tidak.

Sebuah tulisan bisa jadi merupakan sesuatu yang amat sangat simpel. Dari padanan kata yang menjadi kalimat. Dari untaian kalimat menjadi paragraf. Dari kumpulan paragraf menjadi satu kesatuan yang memiliki makna atau pesan tertentu.

Seringkali pesan dalam sebuah tulisan dapat mempengaruhi kondisi seseorang, bahkan bisa berpengaruh pada suatu kebijakan. Kita bisa melihat tulisan Sayyid Quthb yang berjudul Ma’alim Fii ath-Thariq bisa menggerakkan penduduk Mesir untuk berdemonstrasi memprotes kepemimpinan Gamal Abdul Nasser. Atau buku-buku pemikiran Karl Marx yang mempengaruhi kaum sosialis dan komunis.

Sebuah tulisan merupakan sekumpulan informasi. Untuk membuatnya dibutuhkan informasi pula. Di era informatika seperti sekarang, tidak ada alasan bagi seorang penulis untuk kekurangan informasi. Yang ada kebanjiran informasi sehingga sulit memilih dan memilah mana yang harus digunakan dalam sebuah tulisan.

Dalam jurnalistik, penulisan berita –terutama hardnews- memerlukan tulisan yang singkat dan padat. Hal itu dikarenakan hardnews merupakan berita yang aktual dan butuh cepat diberitakan. Untuk membuatnya seorang penulis harus selektif dalam memasukkan sebuah informasi.

Berbeda dengan softnews. Softnews yang ditulis untuk mengungkap sesuatu di balik fakta harus dibuat bernarasi. Dengan begitu yang terpenting dalam pembuatan softnews adalah kedalaman berita yang ditulis.
Untuk opini dibutuhkan lebih dari sekedar fakta. Opini berbeda dengan berita atau news. Karena sebuah opini membutuhkan pendapat pribadi penulis disertai argumennya, sedangkan dalam menulis berita penulis dilarang mengungkapkan pendapat pribadinya.

Dengan mengetahui jenis-jenis tulisan dalam jurnalistik diharapkan kita dapat mengaplikasikan ilmu penulisan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan menulis kita dapat mengungkap sebuah fakta, atau menuangkan pemikiran pribadi agar dapat dibaca oleh orang lain. Yang terpenting, itu semua demi terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. []gea

No comments:

Post a Comment