Dalam sarasehan Sosmas KAMMI di Surabaya awal Februari kemarin, saya bertanya kepada Pak Yusuf Maulana, "Bagaimana cara menciptakan iklim intelektualitas kader KAMMI?" Jawaban beliau insyaAllah terwakili dengan 3 poin ini:
- Bidik orang2 yang potensial.
- Dorong orang2 tersebut untuk mencari kompetensi professionalnya.
- Buat lokus2 diskusi untuk mengasah intelektualitas mereka.
Beberapa pekan setelah itu, sudah muncul diskusi kultural yang dimotori Ahmad Jilul Qur'ani Farid.
Alhamdulillah, saya bersyukur. Ya, meskipun belum terasa gaungnya,
tetapi asal jalan itu sudah bagus. Asal konsisten, dan menjaga etika
diskusi, objektif, intelektual. Karena intelektualitas tidak hanya
diukur dari apa yang dikeluarkan saja, tetapi yang terpenting adalah
prosesnya. Nah, barusan dapat info kalau ada gerakan baru, namanya KAMMI
Ideologis dari kader yang baru DM 2 kemarin. Saya doakan semoga bisa
berjalan dengan baik.
Ini adalah tanda bahwa KAMMI sedang bangkit bergerak. Jika dulu ada tembok yang menghalangi KAMMI untuk tumbuh besar, saat ini KAMMI sedang menyusuri celah2 kecil untuk bisa keluar dari tembok besar itu.
Saya juga bersyukur, sekitar delapan orang AB
2 baru lahir dari DM 2 Surabaya kemarin. Setelah ini akan ada beberapa
yang ikut DM 2 Malang. Ini adalah investasi KAMMI untuk Indonesia.
KAMMI terus bekerja, KAMMI tetap solid!
Bismillah, semoga Allah memudahkan...
"Aku tidak akan bangga dengan keberhasilan yang tidak aku rencanakan. Aku akan tetap bangga dengan kegagalan yang aku rencanakan." (Umar bin Khattab ra.)
KAMMI terus bekerja, KAMMI tetap solid!
Bismillah, semoga Allah memudahkan...
"Aku tidak akan bangga dengan keberhasilan yang tidak aku rencanakan. Aku akan tetap bangga dengan kegagalan yang aku rencanakan." (Umar bin Khattab ra.)
No comments:
Post a Comment